Postingan

KALIMAH (الكلمة)

Kalimah merupakan kata dalam bahasa Arab. Kalimah dibagi menjadi 3 yakni kalimah isim, kalimah fiil dan kalimah huruf. A. Kalimah Isim     Kalimah Isim adalah kalimah yang menunjukkan suatu arti yang ditimbulkan oleh kalimat sendiri yang tidak disertai dengan waktu atau dengan kata lain kalimah Isim adalah kalimah yang menunjukkan arti benda atau berupa kata sifat. Contohnya : كُرْسِيٌّ، مَدْرَسَةٌ، بَيْتٌ B. Kalimah Fiil     Kalimah fiil adalah kalimah yang menunjukkan arti kata kerja yang terikat oleh salah satu waktu atau masa lampau, sedang atau akan.  Contoh : كَتَبَ-يَكْتُبُ. قَرَاءَ-يُقْرَاءُ. جَلَسَ-يَجْلِسُ C. Kalimah Hurf     Kalimah huruf adalah suatu lafadz yang akan memiliki makna atau arti apabila dihubungkan dengan kata lain baik dihubungkan dengan Isim atau fi'il. dengan kata lain kalimat huruf adalah kata depan.  Contoh : مِنْ - مِنَ المَدْرَسَةِ. فِيْ - فِيْ المَكْتَبَةِ

Manfaat Pengembangan Materi Ajar

Dalam pengembangan materi ajar pasti ada manfaatnya. Berikut beberapa manfaat pengembangan materi ajar antara lain : 1. Manfaat bagi pendidik. a. Membantu pelaksanaan kegiatan pembelajaran. b. Materi ajar dapat diajukan sebagai karya yang dinilai untuk menambah angka kredit pendidik guna keperluan kenaikan pangkat. c. Menambah penghasilan bagi pendidik jika hasil karyanya diterbitkan. 2. Manfaat bagi peserta didik. a. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. b. Peserta didik lebih banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar secara mandiri dengan bimbingan pendidik. c. Peserta didik mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya. Menurut pendapat lain manfaat pengembangan materi ajar diantaranya : 1. Membantu siswa dalam mempelajari sesuatu. 2. Menyediakan berbagai jenis pilihan materi ajar. 3. Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. 4. Agar kegiatan pembelajaran menjadi menarik. Terdapat beberapa pendapat me...

Langkah-Langkah dan Penggunaan Tes Dalam Penelitian

A. Langkah-Langkah Penggunaan Tes      Ada beberapa langkah yang perlu dilalui agar proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring, tabulasi, mendeskripsikan data, dan melakukan uji statistika.        1.  Skoring Skoring adalah pemberian nilai pada setiap jawaban yang dikumpulkan peneliti dari instrumen yang telah disebarkan. Setiap item pertanyaan  yang dimunculkan pada instrumen dikuantifikasikan dalam bentuk angka. Misalnya, pada saat angket disebarkan aternatif jawaban yang diberikan  masih berupa kualitatif, maka pada tahap ini harus dikuantifikasikan. Pada tahap ini peneliti memberikan nilai atau bobot pada setiap alternatif jawaban. Contoh alternatif jawaban pada angket. ·  Selalu              : 3 ·  Belum tentu    : 2 ·  Tidak               : 1      2.   Tabulasi Setelah tahap skoring, hasilnya ditran...

ATHOF

                        ‘ATHOF Oleh : Evi Diah Kartikasari ‘Athof adalah isim yang  I’rabnya mengikuti pada isim sebelumnya. Macam-macam ‘athof ada 2 yaitu : 1. ‘Athof bayan adalah isim jamid yang mengikuti pada isim ma’rifat untuk menjelaskannya atau mengikuti pada isim nakiroh untuk menentukannya. Contoh : قَسَمَ بِاللهِ اَبُو حَفْصٍ عُمَرُ 2. Athof Nasaq adalah lafadz yang I’rabnya (rofa’, nashob, jer, jazem) mengikuti pada lafadz sebelumnya dengan menggunakan salah satu huruf ‘athof.  Huruf-huruf ‘Athof diantaranya :                       و = اَحْمَدُ وَعَليُ في البيتِ                     ام  = اشْرَبْ القَهْوَةَ اَمْ الشٌيَ                       او = انكح عائشةَ اَو زَيْنَبَ                    ف = اِجْ...

NAAT

Oleh : Evi Diah Kartikasari                               NAAT Naat merupakan isim yang i'rabnya mengikuti pada isim sebelumnya dan isim tersebut menerangkan sifatnya isim yang diikuti atau sifatnya isim yang berhubungan dengannya. Naat dibagi menjadi 2 yakni : 1. Naat Haqiqi     Naat haqiqi adalah naat yang merofakkan atau menashobkan atau mengejerkan isim dlomir yang kembali pada man'utnya atau na'atnya menunjukkan sifat man'ud. Naat haqiqi harus sama dengan man'utnya dalam hal : a. I'rabnya (rofa', nashob, jer) b. Jenisnya (mudzakar, muannast) c. Jumlah bilangannya (mufrad, tasniyah, jama') d. Artinya (nakirah, makrifat) Contohnya :                             ١- حَضَرَ الاُسْتَاذُ العَالِمُ فِيْ الفَصْلِ                       حَضَرَ الاُسْتَذَانِ  العَالِمَانِ فِي الفَصْل...

LA NAFIYAH LILJINSI

Oleh : Evi Diah Kartikasari La Nafiyah Liljinsi Yang dimaksud dengan لاالنافيۃ للجنس adalah La yang menafikan (meniadakan) suatu jenis. Dan dapat beramal sebagai mana اِنَّ وَ اَخْوَاتُهَا yaitu menashobkan mubtada' menjadi isimnya dan merofakkan khobar menjadi khobarnya. Syarat-syarat لا sebagai berikut : 1. Isimnya لا berupa isim nakiroh kecuali mudlof. 2. لا isimnya bertemu langsung dengan لا. 3. لا tidak diulang-ulang. 4. Khobarnya tidak mendahului isimnya. 5. لا tidak didahului huruf jerr. Contohnya :                                           . ١- لاَرَجُلَ فِي الدَّارِ                                   .٢-لاَ مَكْتُوْبًافِي الدَّرْسِ لَغْوٌ  Apabila لا diulang-ulang maka setiap isim yang terletak setelah لا tersebut selama berupa isim nakiroh. Maka : a. Boleh dimabnikan pada alamat na...

Maharah Kalam untuk Kelas 1 MTs

  Untuk meningkatkan kemampuan dalam diri adik-adik dalam Maharah Kalam. Berikut akan disajikan Khiwar dan dapat dipraktikan dengan temannya yang lain. Keep Hamasah... Khiwar 1 :                                            مُحَمَّدٌ : السَّلاَمُ عَلَيْكُم.                                            عَلِی : وَعَلَيْكُمُ السَّلاَم.                     مُحَمَّدٌ : اَنَا مُحَمَّدٌ. وَمَا السْمَكَ ياَ اَخِيْ؟                                                     عَلِی : اَنَا عَلِی.                                 ...